Haris Pertama: KNPI Sebagai Ruang Artikulasi Gerakan Pemuda Indonesia

Pada awal berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada 23 Juli 1973, rezim orde baru menjadikan KNPI sebagai alat pemerintah untuk mengkonsolidasikan gerakan pemuda se-Indonesia. Hampir seluruh organisasi kepemudaan saat itu menjadi konstituen KNPI, termasuk HMI yang anggotanya adalah mahasiswa. Namun, setelah 45 tahun berdirinya, KNPI mulai kehilangan posisi strategis dalam gerakan kepemudaan di Indonesia.

“Seiring berjalannya waktu, KNPI terasa mulai hilang. Saat ini KNPI menjadi OKP (Organisasi Ke-Pemudaan) nomor sekian dalam arus gerakan pemuda”, papar Haris Pertama, kandidat Ketua Umum DPP KNPI dalam acara diskusi dan silaturahmi di sekretariat PB HMI pada Rabu (07/11/2018).

Oleh karenanya, lanjut Haris, KNPI saat ini harus mampu menyusun strategi untuk menguatkan kembali posisinya dalam arus gerakan pemuda. Sebagai ruang bersama, KNPI tidak hanya memfasilitasi mahasiswa, tetapi seluruh pemuda Indonesia. Melalui forum diskusi tersebut, Haris menekankan relevansi KNPI dalam gerakan pemuda hari ini sebagai wadah dan saluran artikulasi gagasan dan kepentingan seluruh pemuda Indonesia.

Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad, menyampaikan bahwa HMI harus ikut mengambil peran dalam setiap momentum gerakan kepemudaan.

“Termasuk dalam momentum suksesi kepemimpinan KNPI, HMI harus ikut mewarnai dengan tetap membawa apa yang menjadi tujuan dan cita-cita HMI”, kata Saddam.

Haris Pertama merupakan pendiri Himpunan Mahasiswa Islam di Universitas Islam Jakarta tahun 2002. Selain pernah menjabat pengurus cabang Jakarta Timur, pada 2015 Haris masuk dalam kepengurusan KNPI sebagai wakil bendahara umum. Mengusung visi “Harmoni KNPI – Harmoni Pemuda Indonesia; Berkarya Membangun Indonesia Hebat” Haris siap berkarya untuk pemuda dan bangsa Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *