Sebut “HIMPUNAN MAHASISWA IBLIS”, Titis Lukai Kader Hingga Alumni HMI

Independensia | Bogor – Sebutan baru yang ditujukan untuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meluncur begitu saja di postingan komentar salah satu media sosial. Dalam sekejap postingan tersebut menjadi viral. Pasalnya, HMI disebut kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Iblis.

Titis Praktiknyo, alumni mahasiswa IPB inilah yang mengaku menyebutkan HMI sebagai Himpunan Mahasiswa Iblis. Setelah dikonfirmasi, Titis mengakui kesalahannya dan khilaf telah dengan mudah menyebut nama organisasi mahasiswa tertua di Indonesia yang berdiris sejak 1947 ini.

“Saya khilaf dan berasumsi terlalu berlebihan terhadap pergerakan dunia kampus. Saya mengira adanya intervensi pergerakan HMI dalam mengkritisi ormawa (organisasi mahasiswa) kampus”, tutur Titis Praktiknyo.

Titis yang pernah aktif sebagai Dewan Perwakilan Mahasiswa di kampusnya ini membuatnya terbiasa mengawasi pergerakan dunia kampus. Ia melihat HMI begitu mengkritisi kondisi yang ada sehingga membuatnya memplesetkan kepanjangan HMI sebagai ‘Himpunan Mahasiswa Iblis’ sebagai bentuk ekspresi kegelisahannya.

Sementara itu, Sayyid Al-Bahr, Menteri Kebijakan Nasional BEM KM IPB Tahun 2018 mengatakan bahwa sungguh tidak etis menyebut organisasi mahasiswa yang selama ini sudah mencetak kader-kader terbaik pemimpin bangsa dengan istilah demikian. “Selama ini, HMI bersama dengan organisasi ekstra kampus lainnya seringkali memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan kampus sebagai wujud rasionalitas dan kepeduliannya dalam gerakan kemahasiswaan”, imbuh mahasiswa yang kerap disapa ‘Al’ ini.

Dalam postingannya, Titis menyatakan bahwa kampus akan hancur apabila organisasi ekstra menguasai. Dirinya mencontohkan bahwa sejak tahun 2000-an, ketika IPB dipimpin oleh Prof. Herry (Herry Suhardiyanto, Rektor IPB periode 2007 – 2017-red) semua aman.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi Independensia, asumsi yang disampaikan Titis terbukti tidak relevan. Pada tahun 2012 organisasi kemahasiswaan IPB yang terdiri dari BEM, DPM, dan MPM KM bahkan nyaris dibekukan karena ada faktor inkonstitusional di dalam prosesnya. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang seharusnya dipilih oleh mahasiswa menurut Undang-Undang Dasar KM IPB yang berlaku saat itu, faktanya hanya ‘ditunjuk’ oleh kepengurusan sebelumnya. Hingga kemudian Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bogor saat itu membuat gerakan dan menuntut agar demokrasi di kampus ditegakkan. Hal ini membuktikan bahwa justru tanpa adanya dorongan dan masukan kritis dari HMI kala itu, demokratisasi di kampus IPB tidak akan berjalan.

“Sebaiknya siapapun jangan mengesampingkan peran organ ekstra sebagai mitra bagi penguatan substansi gerakan mahasiswa di internal kampus. Tanpa adanya kritisme dari mahasiswa, masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik akan semakin jauh dari awang-awang”, pungkas Al. (wst/aik)

Hits: 4

Satu tanggapan untuk “Sebut “HIMPUNAN MAHASISWA IBLIS”, Titis Lukai Kader Hingga Alumni HMI

  • Desember 12, 2018 pada 12:23 am
    Permalink

    Kirim ke jambi, biar di satekan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *