Rocky Gerung : Saya Tidak Bersopan Santun dalam Demokrasi

Independensia | Jakarta – Perdebatan antara demokrasi dan etika menjadi bagian yang terus dikaji. Sebagian pihak menganggap etika itu adalah sopan santun, sehingga beranggapan bahwa dalam berdemokrasi sangat perlu sopan santun, sedangkan sebagian lagi menganggap bahwa dalam berdemokrasi tidak perlu perlu bersopan santun.

Rocky Gerung dalam Dialog Kebangsaan yang berlangsung di Asrama Institut PTIQ Jakarta, Selasa (15/2) menegaskan bahwa, kita harus membedakan antara ethic dan etiket. Ethics atau etika dalam berdemokrasi adalah kelancangan untuk menyampaikan sesuatu bukan sopan santun agar terjadi pengujian dalil dari oposisi ke petahana, sedangkan Etiquette adalah sopan santun.

“Saya tidak peduli dengan sopan santun, karena sopan santun dalam demokrasi artinya ketidakjujuran untuk mengucapkan kritik. Anda bersopan santun dalam politik itu artinya anda membiarkan orang korupsi, anda harus menunjuk dengan tepat hit the nail on the head, katakan ‘anda bodoh, anda pintar, anda korupsi’ bukan menunjuk ke depan lantas kepala kita menoleh ke samping kanan atau kiri, itu namanya ada ketidakjujuran, kalau kita mau mengaktifkan demokrasi kita harus mengaktifkan akal yang tajam,” tegas pengamat politik ini.

Dirinya melihat beretika dalam berdemokrasi adalah ketika orang berani mengkritik pemerintah, kepala negara serta perjabat lainnya.

“Nah, pada kali ini kita melihat banyak manipulasi dan tidak berani mengkritiknya atas dasar sopan santun, kita boleh bersopan santun dengan guru, ayah dan ibu tapi tidak bersopan santun dengan penguasa. Tak heran saya selalu mengkritik Presiden kita. Ingat, Saya tidak mengkritik Joko Widodo, namun saya mengkritik kepala Negara yang bernama Joko Widodo, tolong bedakan itu” ujapnya

Lebih lanjut dirinya memberi contoh bagaimana demokrasi di Indonesia terlalu manipulatif karena sopan santun dan rasa ‘gak enak’.

“Beberapa saat lalu ada peristiwa yang seolah-olah isinya sopan santun yakni undangan Presiden terhadap kepala desa. Setelah itu Saya menyaksikan sebuah video diucapkan sebagai rasa terima kasih  kepada bapak Presiden, videonya (testimoni) sangat standar, gramarnya standar, narasinya standar,” Imbuhnya

Dengan begitu, lanjut Rocky, “kita dapat tahu bahwa hal itu adalah hasil pemaksaan karena diujungnya adalah puji-puji terhadap Presiden. Kenapa tidak puji Saya?, kan uang itu uang Saya bukan uang kepala negara, pajak kita semua dikumpulkan dan diputuskan di DPR lalu dikirimkan  ke desa. Lalu diklaim sama pemerintah itu adalah rezeki untuk kepala desa, nah bagaimana anda mau bersopan santun dengan kedunguan seperti ini. Jadi prinsip negara tidak ditegakkan karena ada bahasa ‘gak enak’,”katanya

Selain Rocky Gerung, hadir juga sebagai pembicara dalam acara tersebut Riza Patria, Suherman Saleh, dan Tamsil Linrung. Dalog Kebangsaan ini bertema “2019, Mau Dibawa ke Mana Arah Demokrasi Indonesia?”

Hits: 2

Satu tanggapan untuk “Rocky Gerung : Saya Tidak Bersopan Santun dalam Demokrasi

  • Januari 15, 2019 pada 1:29 pm
    Permalink

    Selalu keren, top bang rocky !

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *