Raisika Pemilik Sanggar Asi, “Perempuan Perlu Memantaskan diri”.

independensia| Yogyakarta- Perempuan yang hangat disapa Raisika ini lahir pada (19/04/83) dan kini tengah berusia 36 Tahun serta memiliki 2 orang anak dari pernikahannya dengan Sigit Sugiarto. Raisika Riyanto kini menjalani kegiatannya dibidang kewirausahaan sosial bernamakan Sanggar Asi bertempat di Sleman, DIY Yogyakarta juga sebagai Ibu Rumah Tangga bagi keluarga kecilnya. Memulai bisnis sejak menyelesaikan pendidikan di Akademik MM-CSR Universitas Trisakti menjadi landasan moral baginya untuk mendirikan Sanggar Asi.

Selain lulusan Akademik MM CSR, Raisika ternyata lulusan Sarjana Pertanian Universitas Lampung dan pernah aktif di Organisasi bernamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Pertanian Unila periode 2005-2006. Ia juga termasuk bagian dari Korps HMI Wati (KOHATI) Cabang Bandar Lampung, yang semakin memacu dirinya untuk memiliki usaha Sanggar ASI sebab perempuan itu memiliki peranan penting dalam mempersiapkan gizi bagi anak-anaknya. Raisika juga pernah menjadi Ketua Umum Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Bandar Lampung dan pernah menjadi pengurus di Departemen HI PB HMI Periode Ketua Umum, Arip Mustopha.

Menjadi seorang kader HMI membuat Raisika berfikir peranan apa yang bisa ia berikan untuk mempersiapkan masyarakat Adil Makmur yang tentu diridhoi Allah SWT. Tepat pada (05/02/2019) HMI merayakan milad ke 72 Tahun, Raisika turut berpesan kepada kader HMI yang dikhususkan untuk para HMI Wati tentang bagaimana perempuan harus terus belajar dan jangan pernah menyerah untuk berproses upaya memantaskan dirinya, sebagai seseorang yang juga pernah menjadi HMI Wati ia bersyukur bahwa adanya HMI sudah cukup memfasilitasi melalui KOHATI dengan beberapa pelatihan-pelatihan khusus yang harus dijalani dan patut diikuti agar kelak siap menjadi seorang ibu, istri dan anggota masyarakat juga pandai memposisikan diri sebagai seorang putri.

Tidak lupa pula, Raisika turut mengucapkan milad HMI, “Selamat milad HMI ke 72 semoga mampu menempa para kader untuk terus eksis dalam kekinian zaman milenial ini, juga untuk para adinda kohati jadilah perempuan yang mampu menyeimbangkan peran dan menebar kebermanfaatan.” ungkapnya

Walaupun Raisika mengambil jalur yang berbeda dari keilmuan sarjana yang ia miliki dan berlanjut memiliki Usaha Sanggar Asi, tak ada kesedihan baginya sebab sanggar ini didirikannya sebagai jenis usaha yang fokus pada konseling menyusui dengan bentuk kegiatan sosialisasi, edukasi mingguan bahkan bulanan juga pelatihan-pelatihan khusus bagi para ibu menyusui. Kegiatan tersebut berupaya memberikan kesempatan kepada para ibu menyusui untuk mengaktualiasasikan dan mengembangkan dirinya juga memenuhi kebutuhan pribadi.

Raisika menjalani kegiatan tersebut sebagai bentuk sisi sosial kemanusiaan yang merupakan bagian dari mission HMI yang terbingkai dalam tujuannya, Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Tak hanya itu, KOHATI sebagai badan semi otonomnya HMI juga memiliki tujuan yang tak lain ialah Terbinanya muslimah berkualitas insan cita.

 

Editor : Winda Septiana

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *