Sungai Bengawan Solo Meluap, 15 Desa di Kabupaten Tuban Terendam

Independensia | Tuban – Luapan air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengakibatkan banjir meluas. Di sebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan di Sungai terpanjang di Pulau Jawa. Belum sepekan hujan luapan air Sungai Bengawan Solo merendam 15 Desa di Empat kecamatan, Kabupaten Tuban, Kamis (08/03/2019) Jawa Timur.

Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban dalam keterangannya, Banjir terjadi sejak empat hari terakhir, dan sampai sekarang intensitas hujan masih relatif tinggi di wilayah Tuban.

Dari gambar di atas, luapan sungai bengawan solo nampak jelas merendam perkampungan. Akses jalan hingga areal persawahan milik warga di 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Empat kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang.

Kondisi terparah salah satunya terjadi di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, dan Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang. Desa ini terisolir lantaran akses jalan menuju kawasan setempat terendam banjir.

Selain merendam jalan, areal persawahan dan rumah milik warga juga terendam banjir hingga ketinggian satu meter. Akibatnya, warga harus berjalan kaki untuk beraktifitas, lantaran jalan sudah tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hingga kini petugas dari tagana dan BPBD Tuban melakukan pendataan rumah-rumah yang terendam banjir, membantu warga mengevakuasi barang-barang ke tempat lebih aman, hingga mengajak warga yang rumahnya terendam banjir untuk mengungsi.
Namun sampai saat ini hal itu belum di rasakan di desa Kebomlati kecamatan Plumpang.

Menurut Wawan, salah satu warga desa kebomlati ” banjir disini sudah tiap tahun terjadi karena posisi desa ini di selatan Tanggul… Semoga ada tindakan cepat dari pemerintah bukan hanya setor foto ke atasan, bahkan hanya di buat Insta story saja”. Ucapnya

Meski demikian, warga setempat masih enggan mengungsi, Salah satunya bapak jamin, ia memilih bertahan di rumah mereka karena tidak mau ingin menjaga hewan ternak nya.

“Ini banjir dari bengawan solo, tidak ngungsi, saya di rumah saja, kalo saya ngungsi siapa yang jaga ayam dan kambing saya. ,” kata jamin.

Selain itu, warga juga mengharapkan bantuan logistik dari pemerintah Untuk dapat membantu warga.

Bencana hidrometrologi ini terjadi pada saat musim hujan masuk pada puncaknya, sehingga sungai-sungai didesa tidak lagi menampung debit air.

Selain itu juga, debit air sungai bengawan solo yang terus meningkat sehingga air dari sungai-sungai ini tidak dapat masuk ke bengawan solo.

Hits: 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *