Cipayung Plus Garut Komitmen Kawal Pemilu 2019

Independensia | GARUT – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung plus, terdiri dari Organisasi HMI, GMNI, PMII, KAMMI dan IMM, Kabupaten Garut. Minggu malam (17/03) gelar nonton bareng (nobar) Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) dan dilanjut dengan sosialisasi Pemilu 2019, berlokasi di kafe Zabir Coffe and Friends, Jl. Patriot No 3, Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kegiatan yang mengusung tema, “Pemilih Berdaulat Negara Kuat” ini sesuai dengan tagline pemilu serentak yang akan dilaksanakan 17 April 2019 mendatang. Turut hadir Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, memeriahkan kegiatan tersebut.

Selain sosialisasi dan nobar, ditambah juga diskusi seputar pemilu, dengan topik mencegah adanya temuan-temuan tindakan ketidak jujuran dalam pelaksanaan pemilu di Kabupaten Garut. Bukan tanpa alasan, KPUD dan Bawaslu Kabupaten Garut dalam melibatkan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus tersebut.

Dikarenakan, kedekatan antar aktivis mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya sangatlah erat. Kemudian hal tersebut menjadi jangkauan yang begitu luas. Sehingga diharapkan setelah kegiatan selesai setiap kader dari berbagai organisasi yang menamakan kelompok Cipayung plus ini, dapat mensosialisasikan pemilu 2019 kepada masyarakat dimana pun dan kapan pun. Sebagai pengawal pesta Demokrasi mendatang.

Ketua KPUD Kab. Garut, Junaidi Bashri, mengatakan, “Masyarakat Kabupaten Garut harus mampu meniru para Aktivis Mahasiswa, dikarenakan perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal biasa dalam politik. sehingga dengan seperti itu harapannya pemilu mendatang dapat lancar, aman dan damai akan terlaksana dengan baik, dan Itu adalah cita-cita kita bersama.” ucapnya.

Lanjut menuturkan, “Berkaca dari beberapa daerah lain, proses pemilu selalu menyulut konflik hanya karena perbedaan pilihan, bahkan sampai menimbulkan kebencian dan perpecahan. Bukan tidak mungkin dibeberapa daerah khususnya di Kabupaten Garut pun ada yang seperti demikian, maka untuk mencegah hal tersebut setiap organisasi mahasiswa harus ikut terlibat untuk mengawal pesta demokrasi 2019 ini”, tutur Junaidi.

Sejauh ini dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, KPUD Kabupaten Garut telah menggelar pemetaan sosialisasi pemilu berdasarkan zona, basis, komunitas, profesi, latar belakang dan tingkat partisipasi pemilih. Dengan pemetaan seperti demikian ketua KPUD sangat optimis dalam menghadapi pemilu 2019.

Hal tersebut, sejalan dengan apa yang telah diutarakan oleh Nuni Nurbayanti selaku Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPUD Kabupaten Garut, beliau mengatakan “Bahwa strategi sosialisasi telah dilakukan sebaik dan seoptimal mungkin, akan tetapi ada permasalahan sering timbul yaitu masih banyak masyarakat tidak mengenal calon legislatif. Dalam permasalahan ini, tentu diluar kebijakan KPU karena KPU tidak boleh berapiliasi dengan partai atau caleg manapun”, ujarnya.

Dari pihak Badan Pangawas Pemilu yang diwakili oleh Ahmad Nurul Syahid, mengatakan “Bawaslu selalu hadir disetiap kesempatan agar pemilu 2019 dapat berlangsung kondusif, tidak hanya itu, Bawaslu juga sangat terbuka apabila ada laporan dan temuan-temuan pelanggaran dalam proses pemilu berlangsung. Bawaslu berjanji akan menindak lanjuti setiap ada laporan dari semua elemen baik mahasiswa ataupun masyarakat”, ujarnya.

Semarak pemilu 2019 harus tetap terjaga karena untuk menjadi Negara Berdaulat harus diwujudkan oleh pemilih yang berdaulat, pemilih yang berintegritas, pemilih yang tidak mau terlibat money politic. Tidak hanya itu, sebuah gagasan besar atas terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan setiap organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam kelompok Aliansi Mahasiswa Cipayung Kabupaten Garut, mampu memberikan perubahan melalui gagasan (ajakan) yang baik, kreatif dan inovatif.

Kontributor : Muhammad Hasan

Editor : AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *