Meningkatkan Literasi Bersama Bahari Book Store

Independensia | Advertorial – Buku adalah sekumpulan kertas yang ditumpuk menjadi satu jilidan yang berisi tulisan, gambar atau tabel. Banyak ungkapan tentang buku, semisal buku adalah jendela dunia, buku adalah teman karib perjuangan, dan lain sebagainya.

Buku bisa menjadi tolak ukur peradaban suatu bangsa. Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat, Mahfudi mengungkapkan bahwa suatu masyarakat dapat dilihat peradabannya dari cara mereka memperlakukan buku dan ilmu pengetahuan.

“Tidak ada peradaban yang maju kalau masyarakatnya tidak membaca buku, tidak menerbitkan buku dan tidak menulis buku,” ucap Mahfudi saat hadir di Pesta Buku Bandung (4/4/2019).

Sejak jaman Babilonia kuno, buku yang saat itu masih berbentuk lembaran kulit hewan dan tumbuhan menjadi barang mahal karena sarat akan ilmu pengetahuan. Selain itu, buku juga memuat informasi peradaban manusia saat itu yang akan menyejarah nantinya.

Minimnya Minat Baca Masyarakat

Programme for International Student Assesment (PISA) yang digagas oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) merupakan program internasional yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali bertujuan untuk memonitor literasi membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains yang diperuntukkan siswa berusia 15 tahun dengan maksud mengevaluasi dan meningkatkan metode pendidikan di suatu negara. Skor PISA Indonesia pada tahun 2018 masih rendah seperti tahun-tahun sebelumnya. Indonesia menduduki peringkat 63 dari 72 peserta yang mengikuti PISA.

Badan PBB, UNESCO mengungkapkan tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001%. Berarti dari 1000 orang, hanya 1 orang dengan minat baca tinggi.

Lain halnya data dari BPS tahun 2018. Sebanyak 97,93% penduduk Indonesia dinyatakan tidak buta huruf dan kurang dari 2,07% atau sebanyak 3.387.035 jiwa yang masih mengalami buta huruf. Namun, kenyataan berbanding terbalik antara kian menurunnya angka buta huruf dengan minat baca masyarakat Indonesia.

Tingkat Literasi Indonesia Rendah

Tingkat literasi dengan sistem pendidikan suatu negara seperti halnya 2 mata koin yang tidak bisa dipisahkan. The International Education Database bertujuan untuk mengukur dan memberi peringkat atas dampak sistem pendidikan yang dimiliki masing-masing negara dalam menstabilkan ekonomi dan dalam mengembangkan lingkungan sosial.

The International Education Database pada tahun 2018 merilis ranking dalam www.worldtop20.org. Indonesia menempati ranking ke-64 lebih rendah dibandingkan negara tetangga Singapura yang bertengger diranking ke-18. Dengan minimnya tingkat membaca masyarakat Indonesia, tentu akan berdampak pada kestabilan ekonomi dan lingkungan sosialnya.

Solusi Peningkatan Literasi Masyarakat

Rendahnya tingkat literasi merupakan masalah serius bangsa ini di masa mendatang. Melalui bukulah segala informasi yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya, ada disana. Kebiasaan membaca berawal dari kesadaran di lingkungan keluarga.

Adanya data-data yang telah dipaparkan, memberikan gambaran bahwa segera mungkin bangsa Indonesia harus berbenah menjadi lebih baik dalam hal membaca. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah Bahari Book Store.

Bahari Book Store merupakan toko online shop yang menjual berbagai macam buku bacaan mulai dari novel, agama, filsafat, sastra, sejarah, buku pelajaran dll. Jenis bukunya pun bermacam-macam mulai dari buku original, repro, bekas dan buku klasik atau terbitan lama.

Ingat baca, ingat Bahari Book Store aja.

Info produk dan pemesanan silahkan kunjungi :
Facebook : Baharibook
Twitter : @BahariBookTegal
Instagram : @baharibook
Line : @baharibook23
WhatsApp : 0822 9397 6668
Shopee : http://shopee.co.id/baharibook
Bukalapak : http://bukalapak.com/bahari_book
Tokopedia : http://tokopedia.com/baharibook23

Hits: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *