DEEP Kota Bandung Terjunkan 100 Relawan Kawal TPS

DEEP Kota Bandung Terjunkan 100 Relawan Kawal TPS

Independensia | BANDUNG – Democracy And Electoral Empowerment Partnership (DEEP) dorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandung untuk menyampaikan kepada publik hasil pengawasannya tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara di seluruh tingkatan. Kekhawatiran tersebut disampaikannya melihat permasalahan pemungutan suara hingga potensi terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh Penyelenggara dan atau Peserta Pemilu.

DEEP Kota Bandung, menurunkan lebih dari 100 orang yang tersebar ditiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan keterwakilan seluruh Dapil di Kota Bandung. Ditemukan juga beberapa persoalan terkait Teknis Pembukaan TPS, Kerusakan Surat Suara, Kerusakan Segel Kertas Suara, hingga Kekurangan logistik.

Koordinator Jaringan DEEP Kota Bandung, Teguh Bruno Mulyadi, S.Sy. Menuturkan, pengawasan ini dilakukannya untuk dapat menciptakan pemilu yang adil serta damai, serta menekan angka Golput yang sering terjadi tiap kali pemilu.

“Relawan DEEP juga turut membantu dan mendampingi Pemilih lansia yang tidak mampu berjalan ke TPS, dengan menyoblos di Mobil serta Rumah beserta Petugas KPPS dan Panwas, untuk menekan angka golput,” ujarnya dalam siaran Pers yang diterima independensi.id (17/08).

DEEP Kota Bandung mencatat adanya keterlambatan teknis dari mulai pembukaan TPS di beberapa daerah, kertas suara tidak terpakai seperti rusak, robek, hingga sudah di coblos sebelumnya.

“Jam pembukaan TPS tidak sesuai di TPS 039 Kel. Sukapura Kec. Kiaracondong, TPS 026 Cijagra Kec. Lengkong, Poster Informasi tidak terpasang di TPS 011 Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati, TPS 024 Kelurahan Sukapada Kecamatan Cibeunying Kidul. Surat Suara Robek di TPS 032 Kel. Ciroyom Kec. Andir. Segel Surat Suara rusak DPRD Kota di TPS 014 Kel. Cipadung Kec. Cibiru. Hingga Penemuan Surat suara sudah tercoblos di TPS 018 Kel. Burangrang Kec. Lengkong,” tambahnya.

Berdasarkan hasil temuan tersebut DEEP Kota Bandung, berharap Bawaslu Kota Bandung dapat menindak lanjuti permasalahan tersebut. Serta meminta Masyarakat Kota Bandung tidak terprovokasi.

“Kami minta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan ikut menyebarkan informasi bohong/ ujaran kebencian, dan mengikuti seluruh proses hitung suara dengan aman, damai, berintegritas dan beradab,” pungkasnya. (AP)

Hits: 45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *