Demokrasi dan Keadaban Politik Indonesia

Masih segar dalam ingatan kolektif bangsa kita bahwa keberadaan terhdap dinamika perkembangan demokrasi Indonesia, berjalan begitu cepat dan cukup dramatik. Hal ini mencoba menegasikan kepada kita bahwa realisasi terhadap pelaksanaan demokrasi menampilkan gambaran yang cukup krusial tentang negara dalam priorietas sejarah konstalasi politik di Indonesia.

Berdasarkan jejak pendapat sembari memberikan pemahaman penting kepada kita terkait pelaksanaan konstestasi politik elektoral Indonesia mengalami resesi demokrasi, artinya bahwa negera Indonesia membentuk pemerintahan yang demokratis, di tengah tengah gelombang kemunduran demokrasi, sehinga kita menganggap itu sebagai sebuah pengecualian yang cukup memprihatinkan di tengah tengah fakta politik hari ini yang begitu mencekik.

Kalau kita mencoba menyelami dan menyelusuri catatan catatan penting demokrasi di Indonesia dengan jerih payah kolektif sejak tahun 1998, maka menegasikan kepada kita bahwa secara konfrehensif akan tampak gambaran yang begitu kompleks, terkait dengan fakta demokrasi yang berjalan memberikan catatan pahit yang terbebani trauma politik massa lalu.

Di lain sisi, fakta politik yang ada merupakan upaya refleksi didalam memberikan kemajuan yang begitu luar biasa, sejak bergulirnya era pemerintahan Otoriter sebap Negara Indonesia memiliki pemerintahan dalam corak tata negera indonesia melalui proses demokratisasi, yang mencerminkan perkembangan aktual realisasi pelaksanaan terhadap konstalasi politik di Indonesia.

Berdasarkan asumsi tersebut maka kita bisa melihat dinamika keberadaan demokrasi Indonesia menekankan bahwa, proses politik di bentuk melalui kekuatan kekuatan struktur sosial dan Institusi Politik dalam upaya kontestasi dan konsolidasi diantara kekuatan kekuatan politik yang ada terhadap perkembangan demokrasii yang sedang berlangsung.

Didalam telaah sejarah, kita tahu bahwa kaum Nasionalis 1920-an dan 1930-an jelas sekali bahwa menginginkan dan menghendaki agar Indonesia yang di perjuangkan haruslah Indonesia yang demokratis, dengan latar belakang pengalaman demokrasi yang kongkret dalam upaya mengembangkan sikap demokratis didalam menterjemahkan setiap persoalan yang menggerogoti dinamisasi kehidupan rakyat Indonesia.

Selama Ini produksi wacana keadaban politik Indonesia tentunya akan selalu bersentuhan dengan pendekatan kultural maupun teologis, secara sadar Konteks sejatinya proses demokrasi membutuhkan adanya pengembangan modal sosial di akar rumput masyarakat, dimana modal sosial demokrasi terbesar Indonesia adalah Kaum Muslim.

Dalam dinamika perkembangan Islam dan Politik di Indonesia, memberikan preferensi kepada kita bahwa, massa depan demokrasi Indonesia sangat di pengaruhi dan di tentukan oleh Berkembang dan tumbuhnya ruang publik yang bebas terhadap keberadaan Kontestasi Sosial keadaban demokrasi Muslim.

Artinya bahwa upaya pemenuhan ke arah itu memberikan suatu kepastian politik kepada kita bangsa Indonesia bahwa, dalam dinamika perkembangan kepentingan Muslim di Indonesia seyogyanya di bentuk oleh pertarungan wacana di ruang ruang publik perlukan negera Islam, kebebasan berexpresi, keadilan jender, toleransi dan pluralisme maupun beragam wacana lainnya yang kita lihat akhir akhir ini mulai bermunculan, sehingga proses proses politik demokrasi yang ada telah mengeksklusi rakyat semakin teralienasi dari demokrasi,

Menyoroti Kontestasi Elektoral 2019 Misalnya menampilkan beragam persoalan persoalan krusial yang begitu mencekam yang di giring ke ranah publik. artinya bahwa di tengah tengah Transidentitas dan translultural yang begitu beragam, memberikan suatu pengakuan terhadap kepastian politik Islam yang di artikulasikan untuk membangun struktur politik demokrasi, yang coba di integrasikan dalam upaya menganalisa Basis Sosial Muslim dan kebijakan negara sebagai penguatan modal Sosial bagi kemajuan proses demokrastisasi.

Tentunya kita punya Keinginan besar untuk membangun keadaban politik Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, dalam konteks tersebut maka demokrasi bisa di arahkan kembali ke ruang publik didalam membangun kebebasan sipil, mempertinggi mutu demokrasi, mengubah keberadaan demokrasi massa yang cenderung dan rentang di hegemoni oleh Elit Oligarki ke arah demokrasi deliberarif yang akan memperkuat ruang Publik.

 

*Syaf Lessy

*Wabendum PB HMI

 

Hits: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *