Khoirul Anam : Pengabdian Masyarakat Sebagai Ruang Berbagi Ilmu

Independensia | Bandung – Agenda penutupan Pengabdian Masyarakat Ramadan Berkah dengan resmi ditutup. Kegiatan yang bertajuk “Nitih Wawuh Pikeun Ngaraksa Kana Budaya, Bahasa Sangkan Warga Jabar Juara Lahir Batin”. Agenda yang dilaksanakan dari selasa sampai dengan minggu (07 Mei – 02 Juni/2019) di Kp. Lebak Jero, Desa. Ciherang, Kec. Nagreg, Kabupaten Bandung.

 

Di hadiri oleh tokoh masyarakat, Yaman mewakili Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al – Munawarroh, aparatur Desa Ciherang, Kusnadi selaku RW 11, Khoirul Anam Gumilar Winata selaku Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat dan para peserta sanlat. Kegiatan tersebut senantiasa Mahasiswa berbagi berkah untuk Masyarakat. Mulai dari sembako hingga merchandise untuk ibu-ibu pula pada para pelajar pesantren kilat (sanlat) Masjid Al-Munawarroh, Minggu (02/06/2019).

 

Karena apa yang disampaikan oleh Ahmad Yani selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut, mengatakan “bahwasanya hari ini kami akan pamit untuk mudik lebaran yang sebentar lagi tiba, sebelumnya kami semua memohon maaf atas perilaku maupun ucapan selama kami bergaul dengan para warga disini. Melainkan kami mendapat berbagai ilmu hidup di masyarakat hasil daripada Pengabdian Masyarakat Ramadan Berkah ini”, ucapnya.

 

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ahmad Yani, Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat, Khoirul Anam, mengatakan, “Kegiatan pengabdian kali ini, sebagai bentuk pembelajaran bagi kita, mengamalkan ilmu, berbagi ilmu, dan tentunya kita belajar kepada masyarakat yang pengalaman hidupnya lebih dari pada kita”, kata Anam.

 

Kemudian ia (Anam) menambahkan, “Insyaallah kedepannya kita akan konsen dalam pengabdian khususnya pada desa – desa perbatasan antar kabupaten, kurang diperhatikan oleh pemerintah daerah. Selain mengimplementasikan konsep kita ber-HMI yaitu beriman berilmu dan beramal. Juga membantu masyarakat di Desa, khususnya Jawa barat yang kedepan akan menghadapi bonus demografi, bagaimana masyarakat di Jawa barat khususnya di desa-desa harus bisa mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas khususnya di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya yang merupakan potensi masyarakat di Jawa barat patut dikembangkan untuk meningkatkan nilai budaya dan ekonomi masyarakat pedesaan”, tambahnya.

 

Bahkan Anam menerangkan lebih lanjut, HMI hadir untuk ikut membantu salah satunya perihal tersebut, bahkan ada hal yang prinsipil menjadi sebuah misi untuk terjun terhadap masyarakat yakni dengan menanamkan nilai-nilai keislaman pada generasi muda pedesaan serta nilai Nilai-nilai kebangsaan. Yang hari ini, hal tersebut bisa membantu masyarakat dan pemerintah.

 

Hits: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *