Pasca Putusan MK, ICMI Imbau Hentikan “Perang Udara”

Independensia | Jakarta – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), menghimbau kepada pendukung Capres dan Cawapres 01 maupun 02 untuk menghentikan perang di udara alias media sosial pasca pembacaan putusan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum ICMI Prof. DR. Jimly Asshiddiqie, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Jimly mengatakan, kedua kubu pendukung Capres dan Cawapres jangan lagi saling mengolok-olok, menuding tanpa argumentasi dan menyebarkan hoaks pasca-putusan MK.

“Kita sudah bising lah dengan begitu. Masa seperti itu ingin terus dipelihara sejak lima tahun lalu di media sosial. Jadinya, membuat saling berkonflik satu dengan lainnya,” ucap Jimly.

Sebelumnya, kubu Capres dan Cawapres 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno melalui tim hukumnya secara resmi mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK pada tanggal 23 Mei 2019.

Dalam permohanan gugatannya ke MK, kubu Capres dan Cawapres 02 menyampaikan beberapa dalil gugatan. Salah satunya adalah adanya indikasi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM), yang dilakukan oleh kubu Petahana atau 01.

Setelah melewati sidang perdana sejak (14/06), diketahui Majelis Hakim MK berencana akan membacakan putusan hasil sengketa pemilihan umum 2019 pada tanggal 27 Juni, lebih cepat satu hari dari waktu sebelumnya yaitu tanggal 28 Juni 2019.

Hal itu disebabkan telah rampungnya Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) dan putusan hasil sengketa Pilpres 2019 sudah dirasa siap untuk dibacakan.

“Jika Hakim MK telah memutuskan perselisihan Pilpres 2019, sudah jangan ribut-ribut lagi di media sosial. Semua saling dukung untuk Indonesia,” Jimly menambahkan.

Ketua MK pertama ini berharap, media sosial kedua kubu pendukung Capres dan Cawapres, menjadi wadah merekatkan jalinan silaturahmi kebangsaan. Artinya, melalui media sosial ada upaya saling merangkul, mengajak, dan bersinergi untuk kemaslahatan Indonesia. (*)

Hits: 14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *