Bincang Santai bersama Owner Bahari Book Store

Independensia | Advertorial – Halo pembaca setia independensia.id, bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kawan-kawan sekalian sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Kali ini tim independensia.id akan mengulas latarbelakang usaha Bahari Book Store. Penasaran kan siapa sih Owner-nya?

Ahmad Hasyim Fauzan, pemuda kelahiran Tegal, 23 Maret 1995 merupakan Owner Bahari Book Store. Pemuda yang akrab disapa Fauzan juga seorang aktivis intra dan ekstra kampus. Semangat yang dimiliki dalam kuliah dan usaha patut diapresiasi.

Tim independensia.id berkesempatan mewawancarai beliau via Whatsapp pada Sabtu (29/06/2019) untuk mencari tahu lebih tentang usaha yang dimilikinya. Berikut cuplikan wawancaranya :

  • P : Assalamu’alaikum wr wb
    Selamat siang mas Fauzan. Gimana kabarnya mas?
  • N : Wa’alaikum salam. Alhamdulillah sehat.
  • P : Alhamdulillah. Mas Fauzan kegiatannya lagi ngapain aja nih?
  • N : Kebetulan sebentar lagi UAS, dan minggu kemarin baru saja Pembekalan KKN mas.
  • P : Semoga dimudahkan selalu ya mas Fauzan, UAS dan KKN-nya. Mas Fauzan kuliah dimana, jurusan apa dan semester berapa?
  • N : Di Universitas Pancasakti Tegal Jurusan Teknik Industri, semester 6.
  • P : Oiya mas, menurut kabar yang saya terima, mas Fauzan punya usaha ya? Apa sih mas usahanya?
  • N : Oh iya kebetulan saya juga dagang buku bacaan, itu usaha sampingan sambil kuliah.
  • P : Mantap sekali mas. Dari sekian banyak usaha sampingan, kenapa pilih buku bacaan mas?
  • N : Sebenarnya itu bukan usaha untuk mencari keuntungan semata, tetapi juga salah satu misi saya untuk meningkatkan budaya literasi di Tegal. Karena sebenarnya potensi budaya membaca di Tegal sangat tinggi namun karena harga buku yang lumayan mahal jadi menurun. Akhirnya saya putuskan untuk menjual buku dengan harga murah, tidak merauk untung yang banyak. Soalnya di Tegal jarang menjual buku-buku dengan harga grosir.
  • P : Dalam rangka meningkatkan budaya literasi di Tegal, target utama pembaca dari kalangan mana saja mas utamanya?
  • N : Dari kalangan pelajar khususnya mahasiswa.
  • P : Memangnya usaha buku mas Fauzan sudah berdiri sejak kapan mas?
  • N : Sejak tahun 2017, waktu itu masih semester 3 kalau tidak salah. Tapi sempat vakum juga satu tahun karena faktor modal, dan aktif lagi tahun 2019.
  • P : Begitu ya mas. Setau mas Fauzan, apakah jumlah toko buku menjadi faktor menurunnya tingkat literasi di Tegal mas?
  • N : Bisa berpengaruh juga, apabila di satu kota hanya ada satu toko buku yang komplit biasanya orang malas beli, apalagi jarak yang ditempuh lumayan jauh. Walaupun banyak toko buku kecil namun mereka hanya menyediakan buku-buku pelajaran dan kitab-kitab. Buku bacaan kaya novel dll itu jarang.
  • P : Usaha buku mas Fauzan itu toko atau online shop mas? Atau kedua-keduanya?
  • N : Masih online shop, niat mau dikembangkan buka toko juga.
  • P : Aamiin semoga segera terealisasi ya mas. Apakah online shop buku di Tegal juga masih jarang mas pelaku usahanya?
  • N : Masih jarang sekali, kebanyakan jualan makanan dan pakaian.
  • P : Tadi mas sampaikan kalau toko buku kecil hanya menyediakan buku pelajaran dan kitab-kitab. Ada buku apa aja mas? Dan buku paling favorit dibeli buku tentang apa?
  • N : Di Bahari Book Store bermacam-macam jenis mas mulai dari buku novel, sastra, buku materi kuliah, politik, ekonomi, sosial budaya, agama dll. Kadang juga saya menerima pesanan buku yang sulit didapatkan (sudah tidak ada di toko buku lain), seperti buku klasik dan terbitan lawas. Selain itu ada dua macam buku berdasarkan harga buku original dan repro. Kalau buku yang favorit di beli kebanyakan novel dan bacaan kiri.
  • P : Banyak juga ya mas. Buku-buku lama kayak puisinya Chairil Anwar juga adakah mas?
  • N : Ada buku puisi banyak juga.
  • P : Hehehe ‘bacaan kiri’ itu maksudnya gimana ya mas?
  • N : Buku-buku kayak ideologi sosialis, komunis juga banyak yang pesen.
  • P : Waduh apa gak takut mas didatangi oleh aparat kepolisian jual buku-buku seperti itu? Mungkin mas Fauzan punya pendapat tersendiri mengenai buku tersebut, kenapa banyak dipesan?
  • N : Dibilang takut sebenarnya takut juga, tapi saya sadar sendiri untuk menjual itu. Kenapa buku itu banyak dipesan sih sebenarnya karena faktor organisasi di lingkungan kampus, mayoritas mahasiswa di UPS Tegal masuk ke GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Jadi bacaannya yang kayak gitu.
  • P : Begitu ya mas. Selain kuliah sambil usaha, mas Fauzan aktif di organisasi kampus?
  • N : Iya saya aktif dibeberapa organisasi intra dan ekstra kampus.
  • P : Boleh disebutkan mas aktif di organisasi apa aja?
  • N : Kalau organisasi ekternal saya aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Kalau di internal saya aktif di HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri) dan BEM FT.
  • P : Banyak juga ya mas ikut organisasinya hehehe.. Selain kuliah, usaha dan aktif organisasi, ada gak sih upaya yang sudah atau mau mas Fauzan lakukan dalam rangka meningkatkan literasi di Tegal?
  • N : Kebanyakan dikalangan mahasiswa, yang dulunya males baca buku sekarang sudah mulai sadar. Walaupun masih pasif membacanya, setidaknya ada kesadaran terlebih dahulu.
  • P : Tadi mas Fauzan bilang jual bukunya dengan harga murah. Berapa sih mas kisaran harga buku di Bahari Book Store?
  • N : Paling murah harga Rp 20.000-70.000 itu yang repro dan yang ori biasanya harga Rp 40.000-100.000
  • P : Ada diskon gak nih mas kalau belinya banyak?
  • N : Kalo diskon ada, atau potongan.
  • P : Atau ada service unggulan apa gitu untuk para calon pelanggan sekalian?
  • N : Service unggulan gimana mas?
  • P : Seperti free ongkir (ongkos kirim), buy 2 get 1 atau lain-lain mas?
  • N : Kalau itu belum ada, paling kaya gratis pembatas buku dan stiker.
  • P : Setiap pembelian berapa buku mas kalau dapat diskon?
  • N : Minimal 3 buku biasanya ada potongan.
  • P : Terimakasih mas Fauzan atas bincang-bincang kali ini. Sebelum ditutup, adakah pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca khususnya mahasiswa dalam hal membaca buku mas?
  • N : Kepada para pegiat literasi semoga tetap istiqomah dalam membaca buku, kalau bisa ajak kerabat, saudara dan orang-orang terdekat kita untuk membaca buku. Karena budaya malas membaca adalah budaya yang paling ampuh melumpuhkan bangsa kita.
  • P : Sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas waktu luangnya mas Fauzan. Sukses selalu untuk usaha dan kuliahnya mas. Wassalamu’alaikum wr wb
  • N : Wa’alaikum salam mas, sama-sama juga mas Fajar. Semoga bermanfaat untuk semuanya nggih mas.

Kalau para pembaca sekalian masih penasaran, bisa lanjut di kolom komentar ya. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *