Scouting Skill dan Scout Bound Management Berakhir, Peserta Siap Berkarir

Independensia | Sumedang – Kegiatan Scouting Skill dan Scout Bound Management yang diselenggarakan oleh Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat resmi ditutup, Sabtu malam (28/07/2019) pukul 20.30 WIB oleh Wakil Ketua Bina Muda Kwartir Daerah Jawa Barat Drs. Eka Hariyanto, M.Pd, .
Dalam sambutannya Eka Hariyanto menilai kegiatan ini baik dan bagus.

Ia mengatakan “kegiatan ini, bagus dari tujuannya kemudian dari materi dan filosofi, kenapa kegiatan ini harus ada sudah bisa mengemas keterampilan dasar dalam kecakapan khusus di Gerakan Pramuka, sekarang tugas adik-adik semua selepas kegiatan ini adik-adik harus berbagi kepada teman-teman yang tidak mengikuti kegiatan ini dan terus memperluas wawasan”, ungkap Eka.

Kegiatan tersebut mengusung semangat perjuangan “tangguh, siap, berdikari” diharapkan peserta menjadi pribadi yang tangguh, siap dalam menjadi enterpreneur dan berdikari dengan penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul. Kedepan kegiatan ini diagendakan dapat masuk kedalam Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega (Muspanitera) untuk bisa dilakukan minimal satu kali dalam satu masa kepengurusan Dewan Kerja Daerah.

Bahkan harus bisa dilaksanakan di tingkat Cabang, kegiatan ini merupakan inovasi pertama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pramuka penegak dan pandega di Jawa Barat.

Eka Hariyanto, menuturkan kegiatan ini jangan hanya menjadi sebuah kenangan, tetapi harus di eksekusi ini dorongan untuk harus mengambil peluang di masyarakat. “Kita tidak tau karir di masa depan kita akan menjadi seperti apa, disektor pemerintahan peluangnya sekarang sangat terbatas, disektor swasta itu peluang sangat terbuka lebar harus dioptimalkan hal-hal bersifat kreatif, semua yang di sampaikan disini isinya adalah hal yang Kreatif”, lanjut Eka Hariyanto.

Scouting Skill dan Scoutbond Management dikemas menarik dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam merancang dan meramu kegiatan kepramukaan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Jawa Barat, peserta mendapatkan pelatihan secara langsung dari Narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Dalam kegiatan tersebut semua peserta mengikuti kegiatan dengan seksama dan antusias dikarenakan pasca pelatihan peserta langsung diberikan tugas untuk diuji oleh Narasumber dari masing-masing giat.

“Peserta yang telah pulang dari Buper tugasnya belum selesai masih harus menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) kemudan baru mendapatkan sertifikat kegiatan”. Ujar Ridwan.

Selepas kegiatan ini peserta diharapkan memiliki kecakapan yang matang, dan mampu mengimplementasikan jadi Pramuka yang berdikari, juga siap berbakti kepada Masyarakat, setelah kegiatan ini peserta akan mendapatkan sertifikat dengan indikator pencapaian selama mengikuti kelas pelatihan yakni skill Out bound Management, Barista, Musik, Make Up, Hidroponik, dan Foto Design Grafis yang dikemas dalam kegiatan ini. Peserta juga diharapkan memiliki jaringan dan mengembangkan relasi untuk menunjang skill yang didapatkan.

Ridwan Saputra, S.Ip selaku Ketua DKD Jawa Barat berharap “Kegiatan Scouting Skill dan Scoutbond Management adalah kegiatan yang dapat memberikan manfaat positif untuk keberlangsungan Pramuka Penegak dan Pandega dalam hal semangat mandiri berdiri di kaki sendiri dengan modal enterpreneur yang mempuni sesuai dengan keahlian masa kini”, tandasnya.

Peserta mengharapkan kegiatan ini dapat hadir setiap tahun dengan kompetensi keahlian yang ditambah “Kami generasi muda menjadi pengisi di berbagai sektor, ini sejarah karena selama berkegiatan disini peserta diberikan materi keahlian, bukan hanya itu diberikan juga materi Visi Indonesia 2045, Ekonomi Kreatif dan Good Governance ” tutup Roki Sabirin salah satu Peserta Barista di Scouting Skill. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *