Terkikisnya Budaya Membaca

Oleh : Muhammaf Faiz

Opini | Independensia.id – Berbicara literasi mungkin tidak hanya membaca dan menulis, butuh tafsir universal kalau hanya sekedar memahami di tataran membaca dan menulis saja, mungkin lebih dari itu untuk menggambarkan bahwasanya literasi lebih dari apa yang kita pikir kan saat ini, karakter dan pemikiran yang luas tidak bisa kita katakan bahwasanya manusia itu dapat dikatakan cerdas ketika tidak ada karya intelektual yang nyata yang bisa menggambarkan bahwasanya manusia tersebut dapat di katakan bernas dalam keintelektualannya, artinya manusia tersebut ada karya yang musti dinikmati orang lain supaya membaca isi pemikirannya lewat karya tulis manusia tersebut,

Mungkin penulis ingin mengutip perkataan yang mengatakan ”ketika kamu ingin mengenal dunia maka membacalah, ketika ingin di kenal dunia maka menulislah” jadi menulislah atau membacalah , bukankah nabi muhammad ketika mendapatkan wahyu yang pertama ia di suruh tuhan Iq’ro ”bacalah”, dari situ kita akan paham kenapa tuhan menyuruh muhammad untuk membaca bukan,

Bahkan founding father kita tokoh tokoh bangsa kita yang hebat hebat itu dapat di kenal di dunia internasional karna kehebatannya dalam berpolitik serta menawarkan konsep konsep nasionalisme berkat membaca, semasa muda nya tidak terlepas dari buku, lantas apakah kita yang di cap seorang pemuda atau mahasiswa masih saja terlena dan belum sadar bahwasanya literasi itu penting bagi kehidupan kita sehari hari,

bahkan sebuah penelitian menunjukkan tingkat membaca negara indonesia sangat rendah sekali di bandingkan negara negara luar, hasil survei kelas dunia orang orang indonesia tak suka membaca buku, yang pertama ialah hasil penelitian Program For International Student Assessment (PISA) rilisan Organitation For Economic Co-Operation And Development (OECD) tahun 2015, yang kedua peringkat literasi yang bertajuk ‘World’s Most Literate Nation’ yang di umumkan pada maret 2016, pada penelitian tersebut menunjukkan rendahnya tingkat literasi dibandingkan negara negara di dunia indonesia berada 2 terbawah dari 70 negara dalam rendahnya minat membaca,

Dari penelitian tersebut kita bisa melihat ternyata bobrok nya minat baca kita orang indonesia, kita hanya menerima cerita cerita yang terkadang kita mudah terpropokasi karna sedikitnya budaya membaca kita tanpa kita saring terlebih dahulu, semua tergantung pada diri kita masing masing, apakah terlena dengan industri elektronik yang melenakan kita sebagai kaum penikmat dan orang luar yang menikmati hasilnya karna melihat manusia indonesia dapat di manfaatkan sebagai pencarian bisnis untuk negara luar, atau manusia indonesia bangkit dari keterpurukan dan mau merubah pola pola yang sudah lama bersarang di kalangan muda indonesia itu sendiri,

Contoh kasus Terjadi nya penyitaan buku buku oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab itu juga bagian  dari pembodohan, kenapa demikian karna masih ada segelintir pihak yang tidak sepenuhnya atau mengingikan kejadian kejadian yang sifat nya buruk di masa kelam dan jadi sejarah bagi bangsa tidak mau di ketahui oleh anak anak muda kita, bukan kan bung karno sudah jauh hari mengatakan dan di setiap pelajaran sejarah kita di ulang ulang dengan kata JASMERAH jangan sekali kali melupakan sejarah, karna apabila sejarah sudah di hilangkan dan tidak boleh ada yang tau maka pola pikir yang terjadi hari ini ialah pembalikan fakta yang terjadi oleh sejarah tersebut dan bahkan jangan pernah di ingat kembali, dari situ saja kita ketahui bahwa bangsa ini tidak ingin kaum muda nya pintar, cerdas dalam berfikir, akibatnya terjadilah miskin literasi, jadi siapa yang ingin kita salahkan disini,

Kalau kembali sekilas melihat pahlawan kepulauan riau yaitu raja ali haji fisabillillah beliau adalah salah satu tokoh ulama, sastrawan terkemuka di zaman nya bahkan karya nya yang luar biasa kita ketahui bersama ialah ”Gurindam Dua Belas” yang sampai hari ini bisa kita amalkan kedalam kehidupan sehari hari dalam menjalan kan aturan serta norma norma yang terkandung di dalam nya bukan kah sangat mengagumkan karya karya beliau, jadi generasi hari ini khusus nya anak muda kepri harus mampu meneruskan estafet beliau jangan hanya kita membanggakan karya karya beliau tetapi tidak di lanjutkan apa yang beliau perjuangkan, mari kita intropeksi dan renungkan bersama.

Hits: 37

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *