Spirit Idul Adha Dalam Memaknai Kebhinnekaan

Oleh: Muhammad Faiz

Semarak dalam merayakan hari hari besar nasional maupun hari hari besar islam merupakan sebuah peristiwa penting atau momen momen yang tidak bisa di abadikan pada setiap waktu , namun kita melihat bahwasanya jiwa sosial yang tertanam pada masyarakat kita indonesia tentang pemaknaan suatu peristiwa ataupun kejadian dan bisa jadi sebuah sejarah itulah yang bisa di lihat seolah olah masyarakat kita sudah mulai paham dan sadar akan adanya suatu peristiwa penting yang terjadi di setiap proses proses alamiah yang terjadi di bumi nusantara ini.

baru saja kita melewati bulan yang suci yaitu bulan ramadhan, bulan yang banyak memberikan ampunan bagi yang bersungguh sungguh dalam menjalan kannya, sehabis itu kita berhadapan dengan bulan yang tidak kalah baiknya yaitu bulan syawal dan kita bermaaf-maafan dengan saudara seiman dan setaqwa, dalam rentetan bulan bulan tersebut kita ketahui bahwasanya sebagai manusia kita harus bersyukur karena masih di beri umur yang panjang dan masih bisa tersenyum melihat bulan bulan yang baik ini,

memasuki bulan dzulhidjah ini kita tidak dilupakan pulak bahwasanya ada semangat kembali atau ghirah yang terbangkitkan sebagaimana idul fitry yang lalu, yaitu idul adha atau orang biasa sebut hari raya haji dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji yang utama, yaitu wukuf di arafafah,

sebagaimana kita ketahui bersama inilah momen momen semangat bantu membantu bahu membahu tidak memandang dari status sosial apa yang dimiliki manusia tersebut, semangat membangun persaudaraan dan kerjasama akan tampak ketika memasuki hari raya idul adha ini yaitu kurban atau biasa di sebut ”idul nahr” artinya hari raya penyembelihan yang dimana pada hari itu allah memberi kesempatan kepada kita untuk mendekatkan diri kepada-nya, kalau di telusuri kata kurban di dalam kamus besar bahasa indonesia kur•ban yang artinya ialah persembahan kepada allah (spt biri-biri, sapi, unta yang di sembelih pada hari lebaran haji), 

kita ketahui bersama sejarah kurban ini ialah ketika allah swt akan menguji keimanan dan ketaqwaan nabi ibrahim dengan menyuruh ibrahim menyembelih anak nya melalui mimpinya ibrahim yaitu nabi ismail , dan ini di nyatakan dalam alquran (QS Aa-saffat: 102) hingga akhirnya ibrahim tidak jadi menyembelih anaknya Sebagai imbalan keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan penyembelihan seekor kambing sebagai korban. Dengan adanya semangat berkurban di antara sesama umat muslim dari yang pemuda nya hingga orang tua nya berbondong bondong melakukan ibadah ini dengan rasa suka ria maupun senang dan di barengi dengan ibadah yang mendatangkan pahala, Dan di momen inilah kita lihat ketika di daerah daerah pemotongan berlangsung tidak hanya mayoritas muslim saja yang membantu tetapi minoritas non muslim juga membantu proses ini dengan memberikan bantuan berupa air dan makanan ringan untuk masyarakat muslim yang sedang menyembelih atau pun tengah memotongkan daging qurban tersebut dan ada juga yang menonton penyembelihan dan ketika sudah waktunya pembagian hewan kurban dilakukan semua di bagi rata tidak terkecuali non muslim, mereka mendapatkan nya juga sesuai porsi atau kupon yang di beri oleh panitia kurban, ini lah yang harus tetap di jaga sehingga terjadi keharmonisan, dalam menjalani kehidupan keberagaman tersebut , dan itu yang kita ingin kan bersama dalam menjalankan kerukunan ini , dan bukan di momen idul adha ini saja kita bisa menyaksikan keharmonisan ini tetap harus ada setiap saat dan setiap waktu, itulah kebhinekaan yang sesungguhnya tidak membeda bedakan dan saling menghormati satu sama lain serta mempunyai jiwa toleransi sesama umat manusia.

Hits: 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *