Kasus Lingkungan, Masyarakat Lawan PT SWPI

Independensia.id|Yapen – Setelah bertahun-tahun tak direspon, Aliansi Masyarakat Yapen Timur Peduli Lingkungan kembali melaporkan pencemaran laut yang dilakukan oleh PT. Sinar Wijaya Plywood Industries (SWPI) ke Polres, Pimpinan Sementara DPRD dan Bupati Kepulauan Yapen pada Rabu (29/01/2020).

Fredrik Samber, Ketua Aliansi Masyarakat Yapen Timur Peduli Lingkungan menyatakan bahwa mereka telah mengumpulkan banyak bukti terkait pencemaran yang disebabkan oleh pembuangan limbah cair PT SWPI. Ia menjelaskan, masyarakat sudah sejak tahun 2016 melaporkan hal ini namun tidak di gubris.

“Ini bisa dilihat dari berita acara kegiatan Verifikasi Pengaduan Masyarakat Adat Woriasi Kampung Kirenui, Distrik Yapen Timur pada tanggal 28 Juni 2016 lalu. Bahwa sudah jelas-jelas aktivitas PT SWPI menyebabkan pencemaran air laut yang berdampak pada ekosistem terumbu karang, perubahan warna air pada air laut di pesisir pantai kerenui, sampai dengan teluk sumberbaba dan sekitarnya,” tegasnya pada Kamis (27/02/2020).

Menurutnya, meskipun sudah jelas-jelas mencemari dan mendapatkan laporan dari masyarakat, PT SWPI masih tidak mengindahkan rekomendasi tersebut.

“Hingga sampai saat ini, pencemaran air laut terus terjadi. Meskipun masyarakat adat telah melaporkan hal tersebut,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Fredik bersama seluruh Masyarakat Adat Woriasi Kampung Kirenui, Distrik Yapen Timur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yapen Timur Peduli Lingkungan, yang juga sebagai pemilik tanah ulayat menuntut PT SWPI agar melakukan perbaikan dan mendengarkan tuntutan yang mereka sampaikan.

“Pertama, kami meminta PT SWPI harus melakukan perbaikan pengolahan limbah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Kedua, bertanggungjawab atas pencernaan lingkungan yang sudah dilakukan bertahun-tahun dengan membayar kompensasi sesuai aturan yang berlaku,” tutup Fredik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *