Pasca Silaturahmi Keluarga Besar HMI

Independensia.id | Jakarta – Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (13/03) menjadi saksi bisu Silaturahmi Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam. Berdasarkan undangan digital yang tersebar, silaturahmi diselenggarakan atas inisiatif Ketua Umum PB HMI R. Saddam Al Jihad dan PJ Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy. Sebuah itikad baik dari dua pucuk pimpinan PB HMI Periode 2018-2020 yang telah lama berdinamika di tubuh himpunan.

Tak kurang dari 50 peserta hadir di acara tersebut. Turut hadir jajaran alumni yang berada di eksekutif, legislatif maupun tokoh seperti Menkopolhukam Prof. Mahfud MD, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, anggota DPR RI Herman Khaeron, Akbar Tandjung, Aksa Mahmud, Prof. Siti Zuhro, Presidium dan Sekjen KAHMI. Selain itu, para eks Ketua Umum PB HMI, Pengurus PB HMI dari kedua kubu serta Pengurus Bakornas PB HMI pun meramaikan acara yang pada fokus utamanya mendengarkan pernyataan sikap dari saudara Saddam dan Arya untuk menuntaskan dualisme kepengurusan PB HMI.

Dinamika PB HMI Periode 2018-2020 mencuat di awal tahun 2019 hingga memunculkan dualisme kepengurusan yang berdampak pada Badko dan Cabang. Hingga hari ini pun nuansa dualisme masih dialami sebagian HMI Cabang di Indonesia.

Lebih dari satu tahun dinamika terjadi. Desakan demi desakan dari Badko dan HMI Cabang di Indonesia untuk mengadakan rekonsiliasi terhadap pihak-pihak yang berdinamika pun menemui titik terang di Masjid Sunda Kelapa, Jumat (13/03). Momentum yang memberikan pesan bahwa HMI harus kembali dekat kepada masjid dalam keadaan apapun, tidak hanya saat terjadi permasalahan saja, karena masjid selain tempat ibadah juga tempat bermusyawarah dan konsolidasi umat Islam.

Terkait acara itu, beberapa kader HMI merespon dan menyampaikan pendapatnya melalui pesan WA, instastory maupun cuitan di Twitter, tak terkecuali Pengurus Bakornas Lapmi PB HMI 2018-2020 yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Gahara Kumala. Tim independensia.id berkesempatan mewawancarai Sekum Bakornas Lapmi beberapa waktu lalu. Berikut cuplikan wawancaranya :

P : Apa tanggapan Sekum terkait silaturahmi (baca : rekonsiliasi) di Sunda Kelapa beberapa minggu lalu?

N : Istilah rekonsiliasi ini lebih untuk menunjukkan bahwa keterbelahan di internal HMI baik dalam lingkup Cabang, Badko, sampai dengan Badan Khusus akibat ketidakpiawaian Ketua Umum PB HMI 2018-2020 dalam menjaga amanahnya yang memang harus diakhiri dari sejak lama. Agar semua elemen di internal HMI bisa tetap menjalankan misi organisasi yang telah diwariskan oleh para pemrakarsa.

P : Apa pandangan Sekum mengenai Kongres yang waktu lalu akan diselenggarakan di Palembang atau Jakarta?

N : Dimana pun tempatnya, bukan ukuran bagi saya. Akan tetapi siapa yang bakal jadi Ketum, apa platform-nya dan apa gagasannya. Memegang amanah selama menjadi Ketua Umum dan mampu menjadi tulang punggung organisasi. Kita semua tahu, HMI didirikan dengan cita-cita besar. Ia dibangun dengan fondasi pemikiran besar dan melampaui zaman. Karena itu, tugas generasi masa kini adalah terus menjaga, merawat, dan memperbarui cita-cita besar HMI. Jangan sampai kesalahan-kesalahan fatal yang pernah dilakukan oleh dimasa-masa periode Ketua Umum sebelumnya terulang kembali. Minimal bisa menjaga hubungan emosional antara PB HMI dan seluruh cabang di Indonesia, baru kemudian membuat prestasi untuk organisasi.

P : Apa saran Sekum terhadap Bakornas, Badko maupun Cabang yang hingga kini masih mengalami dualisme kepengurusan?

N : Kalau ditinjau dari sudut pandang konstitusional, jelas mana yang sah, mana yang tidak. Tapi aspek itu saja tidak cukup, baiknya mereka merenung sejenak tentang bagaimana HMI ini didirikan dengan tujuan besar, yaitu mempertahankan kedaulatan NKRI dan mensyiarkan ajaran agama Islam. Dalam hal ini diharapkan kepengurusan yang dualisme agar yang satunya ikhlas dan legowo untuk mundur.

P : Kongres ke-XXXI bukan di Palembang atau Jakarta, melainkan di Surabaya. Apa tanggapan Sekum?

N : Jujur saya terkejut ketika mendengar apa yang di ucapkan eks Ketum PB HMI mengenai tempat Kongres di Surabaya. Pasalnya, dia telah menyerahkan kepada PJ Ketum PB untuk menjalankan Kongres, seharusnya kata Jakarta yang saya dengar tapi yang diucapkan adalah Surabaya. Untuk sebagian kader, mungkin kaget dengan pengumuman tempat Kongres tersebut. Jika merujuk pada Hasil-hasil Kongres ke-XXX di Ambon, memang Jakarta tidak masuk dalam rekomendasi tempat Kongres dan Palembang masuk rekomendasi. Namun, dimana pun tempat Kongresnya, khususnya yang masuk rekomendasi hasil tersebut, sudah sepantasnya Cabang yang ada di wilayah itu, harus mempersiapkannya dengan baik. Ini bisa jadi masukan untuk Cabang mempersiapkan Kongres-kongres selanjutnya jika masuk dalam rekomendasi tempat.

P : Bagaimana Sekum melihat kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Kongres ke-XXXI?

N : Surabaya sendiri saya lihat belum 100% siap, kendati nama tersebut baru mencuat kala diucapkan oleh eks Ketum PB HMI saat menyatakan sikapnya untuk mundur. Kita hanya bisa menyerahkan kepada Panasko (Panitia Nasional Kongres) dan Panitia Lokal agar Kongres bisa terselenggara dengan baik. Kalau saya pribadi, lebih menitik beratkan kepada pemilihan Ketua Umum kedepan, bukan tempat Kongres. Saya berharap agar Ketua Umum PB HMI selanjutnya lebih matang dalam berorganisasi, dewasa, cepat dan tanggap mengartikulasikan persoalan, dan yang terpenting tidak seperti sebelum-sebelumnya.

P : Saudara Saddam telah mengundurkan diri. Apakah Kongres akan berjalan dengan semestinya setelah diserahkan ke saudara Arya?

N : Insya Allah akan berjalan dengan semestinya, kalaupun ada dinamika itu wajar. Intinya, kondusifitas pra, saat dan pasca Kongres harus diperhatikan dengan baik agar gagasan-gagasan kader HMI dari Cabang seluruh Indonesia dapat terakomodir dengan baik dan memberikan sumbangsih yang berdampak luas untuk bangsa, negara dan agama.

P : Apa peran serta Bakornas Lapmi PB HMI dalam menghadapi Kongres ke-XXXI?

N : Bakornas Lapmi PB HMI bisa mengambil peran penting dalam membuat indeks prestasi Pengurus PB HMI, output-nya bisa berguna untuk Kongres nanti. Sederhananya, hal apa saja yang sudah Pengurus PB HMI hasilkan untuk HMI selama masa kepengurusannya. Bicara soal karya, saya jadi teringat omongan dari kakanda Alfan Alfian selaku Dirut Bakornas Lapmi PB HMI 1997-1999. Beliau mengatakan bahwa kamu kalau ingin buat diskusi, buatlah diskusi yang elegan. Diskusikan buah pikiranmu yang sudah tertuang lebih dahulu di media massa. Poin yang saya tangkap dari omongan beliau adalah kita mendiskusikan buah pikiran sendiri terhadap persoalan yang sedang berkembang. Kalau sekedar buat diskusi atau seminar saja, setiap orang juga bisa pikirku.

P : Kita tahu di periode kepengurusan sebelum-sebelumnya, banyak sekali komposisi Pengurus PB HMI, bisa melebihi 200 orang. Apakah ini yang menjadi akar permasalahan prestasi Pengurus PB HMI? Kalau iya, apa solusi yang ditawarkan?

N : Solusinya dalam forum Kongres, disanalah segala macam hal bisa diusulkan.

P : Terkait indeks prestasi Pengurus PB HMI, apa saja indikatornya?

N : Kita bisa lihat dari kesanggupannya untuk merespon, menanggapi, dan merealisasikan dari isu dibidangnya di PB HMI ke bentuk lain yang sifatnya penting sebagai jawaban atas persoalan sebelumnya. Mungkin itu saja menurut saya.

P : Menurut Dirut Bakornas Lapmi, Bergas C. Baskoro, Bakornas Lapmi dijadikan sebagai Media Official Kongres ke-XXXI. Apa langkah-langkah dari Bakornas Lapmi untuk memaksimalkan peran tersebut? Terutama sebagai penghubung gagasan oleh calon kandidat Ketua Umum berikutnya?

N : Saya tahu dan itu memang sudah seharusnya Bakornas LAPMI sebagai Media Official Kongres. Kalo ditanya secara detail sepertinya melangkahi Direktur Umum Lapmi. Saya selaku Sekretaris Umum menyampaikan bahwa intinya selaku Media Official Kongres, Bakornas LAPMI bisa menyampaikan pesan yang diterima oleh kandidat ke semua HMI dipelosok negeri dan HMI yang diluar negeri.

Keutuhan himpunan adalah tanggungjawab bersama seluruh kader HMI. Permasalahan yang terjadi selama beberapa dekade ini, cukup sudah menjadi pelajaran bagi setiap insan kader, agar lebih difokuskan pada gagasan dan kolaborasi.

Semoga Silaturahmi Keluarga Besar HMI dapat memberikan keadaan yang lebih baik untuk himpunan di masa mendatang. Yakin Usaha Sampai !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *