Aksi HMI di Berbagai Daerah Tuntut RUU HIP

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi penolakan di berbagai daerah terkait Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Di Makasar, aksi penolakan RUU HIP dilakukan oleh HMI Koordinasi Komisariat (Korkom) Perintis cabang Makasar. Ketua Umum HMI Korkom Perintis meminta kepada DPR RI agar mencabut Rancangan RUU HIP karena dinilai bisa mengacaukan sistem ketatanegaraan dan pemerintahan.

”Kami melihat dalam pembahasan RUU HIP tidak mendasari TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Ajaran Komunis/Marxisme tidak dicantumkan dalam konsideran draf RUU,” ujarnya Sabtu (04/07) sebagaimana dilansir oleh Gelora.co.

Selain Makasar, aksi penolakan terhadap RUU HIP juga dilakukan oleh HMI Cabang Jambi yang melakukan aksi besar-besaran dengan puluhan organisasi masyarakat di Jambi yang tergabung dalam “Koalisi Anak Negeri Anti Komunis”, Jum’at (03/07) di Kantor DPRD Provinsi Jambi.

Dalam tuntutannya, sebagaimana dikutip dari kerincitime.co.id massa aksi meminta Pemerintah Republik Indonesia menolak dengan tegas RUU HIP tanpa kompromi dan meminta DPR RI, MPR RI, DPD RI dan pemerintah RI untuk tidak lagi mengotak-atik Pancasila dan Undang-Undang 1945. Sebab, Pancasila dengan kelima silanya sudah final sebagai dasar ideologi negara dan falsafah bangsa Indonesia.

Di Banjar, aksi besar-besaran juga dilakukan oleh gabungan Ormas, LSM, dan beberapa organisasi kepemudaan di antaranya HMI Cabang Banjar melakukan aksi serentak menolak RUU HIP di alun-alun Banjar, Rabu (24/06).

Di Bogor, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi mahasiswa di Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan Bogor menolak RUU HIP, Selasa (07/07).

Dikutip dari bukamatanews.id, Aksi ini dilakukan di depan pintu 3 Istana Bogor, dengan diawali longmarch dari samping McDonald Djuanda menuju Pintu 3 Istana Bogor pada pukul 14.00 WIB. Lalu dilanjut dengan orasi-orasi perwakilan dari organisasi yang tergabung pada aksi ini.

Ketua HMI Kabupaten Bogor, Nurul Hadi menilai Pancasila ini merupakan falsafah hidup Bangsa yang sudah digali dari nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia.

“Untuk itu jangan sampai nilai-nilai tersebut dikotori oleh kepentingan politik yang dalam hal ini kami rasa ada di RUU HIP,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Badko Sumatera Utara, Alwi Hasbi Silalahi menilai RUU HIP jangan sampai memicu kekacaun di tengah-tengah masyarakat. Maka itu, pemerintah dan DPR RI harus bijak menyikapinya, karena sudah mendapat penolakan dari banyak pihak akibat dianggap memberi celah ideologi Komunis untuk berkembang di Indonesia.

“Pancasila sudah final, RUU HIP itu memberi celah kepada ideologi Komunis. Kami menolak keras RUU HIP,” tegasnya sebagaimana dilansir oleh Sindonews.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *