Hadiri Webinar Bakornas LAPMI PB HMI, Tiga Jurnalis Nasional Bicara Tantangan Pers Era Pandemi Covid-19

Jakarta, independensia.id | Pandemi Covid-19 telah mengancam hampir semua sektor, tidak terkecuali ekosistem pers. Meskipun dihadapkan pada tantangan tersebut, wabah virus Corona yang sudah berlangsung selama kurang lebih enam bulan di Indonesia ini dinilai tidak akan membunuh kerja-kerja jurnalistik.

Hal tersebut disampaikan oleh Dimas Ryandi selaku Kepala Desk Politik Nasional JawaPos.com dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pers Mahasiswa Islam Bakornas LAPMI), Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

“Pandemi tak bisa membunuh kerja-kerja jurnalistik, tapi Pandemi juga berpotensi menghilangkan para jurnalis yang ingin selalu menyampaikan fakta dan kebenaran untuk masyarakat,” kata Dimas, Jakarta, Sabtu (19/9/2020)

Dimas Ryandi juga mengulas terkait dengan dampak internal yang dialami perusahaan pers selama menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, situasi saat ini memerlukan kreativitas bagi insan pers di Tanah Air.

“Karena itu butuh kreativitas agar kami yang hidup di media masih bisa lega bernafas,” ungkapnya

Dampak Internal dan Eksternal

Tantangan pers saat ini juga ditanggapi Jurnalis Koran Sindo dan MNC News Portal Sabir Laluhu. Menurut Sabir, pandemi Covid-19 telah mengubah landscape pola kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya perubahan terkait kebutuhan informasi.

Sabir menilai bahwa media massa (pers) adalah ujung tombak dari kebutuhan informasi dalam keadaan apapun, apalagi menyoal masa krisis akibat Covid-19 saat ini. Sementara itu, ujung tombak dari media massa itu sendiri adalah para insan jurnalis.

“Meski masa pandemi masih berlangsung, media massa wabil khusus para jurnalis, mau tidak mau harus memutar otak bagaimana bisa menyajikan informasi dan berita,” jelasnya.

Dari aspek internal, Sabir mengungkapkan perubahan pola liputan bagi jurnalis di lapangan, di mana sebelum pandemi Covid-19 seluruh media massa para jurnalis menangani pos-pos tertentu, misalnya di Kemeterian/Lembaga atau dinas dan kantor-kantor pemerintah daerah.

Perubahan kemudian terjadi di masa pandemi Covid-19. Dengan keadaan kedaruratan kesehatan seperti saat ini, Sabir melihat pola liputan tersebut beralih berdasarkan pada kebijakan yang diatur oleh masing-masing perusahaan pers dengan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.

“Para jurnalis memanfaatkan jejaring sumber/narasumber yang dimiliki atau fasilitas online streaming yang disediakan oleh sumber resmi untuk mendapatkan berita. Selain itu, handphone menjadi sarana paling utama untuk menghubungi narasumber baik telepon langsung, pesan singkat via aplikasi, maupun email,” ujarnya

Sabir berharap, pandemi Covid-19 menuntut insan pers untuk lebih kreatif dalam mencari dan mengembangkan isu, memberdayakan sumber daya dan lebih memaksimalkan lobi jurnalistik.

“Secara internal, tantangan paling kongkrit adalah ada banyak perusahaan pers atau perusahaan media massa yang melakukan perampingan personil bahkan mengakibatkan PHK, penutupan satu atau dua media yang merupakan anak perusahaan, pemotongan gaji personil, kesulitan biaya operasional dan  pemasukan yang kian menipis, iklan dari berbagai sektor sumber juga tidak seperti biasanya, bahkan ada media massa yang bahkan sampai menutup seluruh operasional,” pungkasnya

Selain Jurnalis JawaPos dan Koran Sindo, Webinar Bakornas LAPMI PB HMI bertema “Tantangan Insan Pers di Tengah Pandemi Covid-19” ini juga menghadirkan Redaktur Pelaksana TopSkor.id yang juga sebagai Sekjen SIWO PWI Pusat, Suryansah. Dalam sesi diskusi daring itu, wartawan senior ini menjelaskan tentang dampak pandemi Covid-19 yang juga dirasakan para jurnalis bidang olahraga.

Lama berkecimpung di pers olahraga, Suryansyah menilai pandemi Covid-19 telah memperhambat beberapa event nasional dari berbagai cabang olahraga, salah satunya persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX yang akan berlangsung di Papua.

Reporter : Fajar

Editor : Irso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *