Indonesia Darurat Kesehatan, Jubir Satgas Ajak Masyarakat Kolaborasi

Independensia.id – Hantu virus corona telah menelan tumbal belasan ribu korban meninggal di indonesia, bahkan seluruhnya perpekan ini mencapai angka jutaan meninggal di seluruh dunia, data ini terus mengalami peningkatan secara signifikan. Yang paling mengejutkan adalah vaksin maupun anti virus belum juga ditemukan, sementara ini pemerintah masih mengunakan cara-cara pencegahan.

Juru bicara Satuan tugas (Satgas) COVID-19, Wiku Adi Sasmito mengatakan perkembagan kasus yang terkonfirmasi COVID-19 di indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data per 6 Oktober telah mencapai 300 ribu kasus.

”Angka kasus yang terkonfirmasi masih sangat besar dan menunjukan bahwa penularan masih terus terjadi, maka ini haris menjadi evaluasi bagi semuanya. jangan sampai lengah dan malah berkontribusi terhadap peningkatan kasus maupun jumlah kematian akibat COVID-19, hal ini disebabkan masih ada dari kita yabg abai dalam mematuhi protokol kesehatan,” kata Wiku dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Meski demikian, Wiku menyebut pada minggu ini kasus terlihat baik terjadi penurunan kasus 7,4 persen. Kalau dibandingkan dengan dunia, kata Wiku masih menduduki peringkat cukup baik, jika dibandingkan jumlah penduduk kasus di Indonesia masih lebih sedikit dari 78 negara lainya di dunia.

”Indonesia saat ini menduduki peringkat 137 dari 216 negara dengan jumlah kasus sebesar 1.120 per 1 juta penduduk. Menduduki peringkat 102 dari jumlah 216 negara dengan jumlah kematian 41 per 1 juta penduduk,” imbuh Wiku.

Lebih lanjut Wiku menambahkan meski Indonesia berada di peringkat yang cukup baik namun satu kematian saja bernilai nyawa. Oleh karena itu Wiku menyebut untuk tidak menganggap enteng kematian dan harus betul-betul kita tekan sehingga tidak ada lagi kematian akibat COVID-19 di indonesia.

Sedangkan untuk kasus sembuh, Indonesia menduduki peringkat 19 dengan total kesembuhan 232.593 orang. Kesembuhan ini, kata Wiku harus kita tingkatkan jangan berpuas diri dengan peringkat yang baik.

“Jika dilihat dari pemeriksaan di Indonesia pada pekan pertama bulan oktober ini telah mencapai 70,13 persen dari target WHO. kita harus kejar terus sehingga mencapai 100 persen target WHO yakni 267 ribu orang yang dites per minggu,” tuturnya.

Oleh karena itu pemerintah akan terus memastikan pelayanan kesehatan yang baik, dengan perawatan yang baik agar angka kesembuhan terus ditingkatkan. Serta mengajak berkolaborasi antar seluruh lapisan masyarakat untuk membantu menurunkan tingkat penularan sehingga angka kasus COVID-19 di indonesia dapat ditekan dan tidak ada penambahan kasus baru lagi.

Reporter: Rudi Hartono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *