Rekonsepsi Strategi Perjuangan HMI

Oleh: Firman NST

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah suatu organisasi yang memiliki misi untuk menciptakan kondisi masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT. Pada awalnya HMI dibentuk untuk mempertahankan negara republik Indonesia, mempertinggi derajat rakyat Indonesia dan menegakkan serta mengembangkan ajara Islam. Namun seiring perkembangan situasi dan kondisi Indonesia yang telah merdeka dan stabil, HMI akhirnya mengarahkan perjuangannya untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT.

Kondisi Indonesia yang telah merdeka dan tanpa penjajahan fisik negara asing membuat HMI fokus pada perjuangan perkaderan. HMI mengadakan berbagai pelatihan untuk membentuk kader-kader yang akan berjuang mewujudkan tujuan organisasi. HMI yang menyadari bahwa perjuangan tersebut akan sulit dilakukan tanpa kekuasaan, akhirnya memokuskan perkaderan dalam sektor politik. Dalam proses pelatihannya, HMI menjadikan kampus dan berbagai organisasi sebagai laboratoriumnya. Konsep yang demikian diharapkan akan membentuk kader-kader yang mampu bersaing nantinya dalam kontestasi politik Indonesia.

Pemahaman alur perjuangan yang dimulai dari puncak kekuasaan untuk selanjutnya dapat mengeluarkan kebijakan yang menyokong perjuagan HMI tentu bukanlah hal yang keliru. Berbagai pilihan strategi dapat saja digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk strategi deduktif yang lumrah digunakan HMI saat ini.

Perjuangan yang demikian telah berhasil mendudukkan anggota-anggota HMI pada berbagai puncak posisi strategis di kampus dan organisasi lain. Namun, tak jarang juga tokoh-tokoh tersebut hanya sebatas anggota yang tak memahami konsepsi perkaderan di HMI. Hal ini menyebabkan HMI kokoh dari sisi eksistensi namun lemah dari sisi esensi. Pengetahuan yang luas di HMI ternyata gagal di aktualisasikan. Dan hanya menjadikan anggota-anggota tersebut sebagai simbol yang hanya menjalankan event-event seperti event organizer. Lebih jauh, tak satu upaya pun telah dilakukan untuk menciptakan kondisi masyarakat adil makmur tersebut oleh agen-agen yang telah susah payah diperjuangkan untuk menduduki berbagai posisi strategis tersebut.

Konsepsi tersebut bahkan terus dilakukan oleh agen-agen tersebut ketika sudah tidak berstatus kader HMI lagi. Dalam ranah politik praktis Indonesia diberbagai skop baik daerah, wilayah, bahkan dalam skop nasionalpun berlaku sama. Agen-agen tersebut hanya tahu bagaimana cara berjuang untuk dapat menduduki posisi startegis. Selanjutnya, karena merasa berutang budi pada HMI yang telah mendidiknya, agen tersebut tak jarang berkontribusi pada berbagai kegiatan HMI. Pemahaman yang demikian jelas keliru apabila ditinjau dari tujuan perjuangan HMI. HMI jelas hanya mengharapkan kondisi masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt tanpa memikirkan apapun termasuk kepentingan-kepentingan organisasi, apalagi kepentingan-kepentingan orang-orang yang berstatus kader HMI tesebut.

Keadaan yang demikian tentunya tidak dapat dibiarkan begitu saja. Disorientasi demikian akan memperlama bahkan tidak akan mewujudkan tujuan perjuangan HMI. Selanjutnya HMI harus melakukan rekonsepsi terhadap strategi perjuangannya. Bagaimanapun peran kekuasaan tetap diperlukan, namun perhitungan yang keliru terhadap moral dan kapasitas kader akan berdampak buruk.

Dalam lingkup Internal seharusnya posisi-posisi presidium dapat ditempati oleh kader-kader yang memahami permasalahan ini. Sehingga pertimbangan konsep perjuangan HMI akan lebih matang. Para pimpinan internal HMI diharapkan akan terus memperkokoh pengetahuan kader mengenai Nilai Dasar Perjuangan dan Mission HMI. Upaya lain yang harus diperhatikan adalah keterkaitan antara ideologi dan gerak perjuangan HMI. Dengan pemahaman Ideologi HMI, kader-kader diharapkan akan memahami pula tujuan HMI, yang mana pada saat penyusunan strategi perjuangan dalam berbagai lingkup, akan pula termanifestasi dalam tujuan maksimum dan tujuan minimum setiap pergerakan perjuangan yang dilakukan kader-kader HMI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *