Hadiri Malam Puncak Milad ke 74 HMI, Menpora RI: Sebagai Organisasi Kader, HMI Harus Melahirkan Kader Berkualitas di Berbagai Bidang Kehidupan

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengucapkan selamat atas Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-74. Hal itu disampaikan langsung Menpora RI yang hadir di malam puncak Dies Natalis HMI ke-74, di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021) malam.

“Selamat Dies Natalies ke-74 HMI. Perjalanan HMI yang ke-74 tahun ini adalah perjalan panjang dari sebuah organisasi kemahasiswaan. Lahirnya HMI dilatarbelakangi oleh situasi dari para pendiri,” ujar Menpora RI yang datang langsung bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, 74 tahun sudah HMI menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

“Kalau Indonesia tahun ini akan memperingati kemerdekaan ke-76, sedangkan HMI memperingati Dies Natalis ke 74. Selisihnya hanya 2 tahun dan ini kaitannya sangat erat. Pasang surut sebuah organisasi HMI sudah mewarnai pejalanan kehidupan bangsa,” ucapnya.

Ia mengatakan, banyak para senior yang lahir dari organisisasi HMI sudah banyak yang berkiprah di berbagai sektor kehidupan.

“Kita semua yang sudah menjadi alumni HMI punya tanggungjawab terhadap HMI. Kita ingin eksistensi HMI semakin hari harus lebih baik dalam kehadirannya di tengah-tengah masyarakat harus bisa dirasakan,” katanya.

Menpora RI juga berharap kepada kader HMI agar organisasi HMI yang merupakan organisasi kader jangan sampai bergeser dari posisi tersebut.

“Sebagai organisasi kader kita harus berkonsentrasi melahirkan kader-kader untuk berbagai bidang kehidupan. Apa yang di gagas oleh teman-teman HMI membuat dana abadi kader akan membuat eksistensi HMI semakin hari semakin baik,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada para pengurus HMI untuk berinovasi dan berkreativitas untuk membuat sistem perkaderan menjadi lebih menarik. Untuk bisa menarik, lanjutnya, harus di sesuaikan dengan kondisi.

“Hanya dengan demikian kehadiran organisasi ini bisa dirasakan oleh masyarakat. Sebab kalau tidak, maka tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi sekarang adalah era teknologi informasi maka lambat laun akan ditinggalkan,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *