Tuntut Hadirkan Badko Seluruh Indonesia, Peserta Kongres : Hanya Satu Kongres HMI

Independensia.id | Surabaya – Memasuki hari ke-5 (21/3/2021) Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam di Gedung Islamic Center Surabaya, suasana forum Kongres berkali-kali terjadi selisih pendapat antara Presidium Sidang dengan Peserta forum.

Forum yang masih pada tahap Pleno 1 dengan pembahasan Agenda Acara dan Tata Tertib serta Pemilihan Presidium Sidang Kongres XXXI HMI alot mendapatkan hasil ketetapan bersama diantara Peserta forum karena beberapa tuntutan.

“Karena ini forum keputusan yang paling tertinggi, keinginan kita cobalah untuk saling berkoordinasi karena ini etis mau kita kedepankan sehingga tidak timbul konflik kedepan yang berkepanjangan. Karena ini konflik ini kan berawal dari Kongres di Ambon (2018), sampai pada hari ini juga masih banyak cabang-cabang, komisariat-komisariat yang terpecah belah bahkan Badko juga dualisme. Kita inginkan satu itu, mau (bertemu), biar nanti dualisme, tigalisme, mereka dipanggil secara bersama walaupun itu secara virtual untuk dibicarakan terkait hal ini (Kongres), karena ini kan forum pengambilan keputusan tertinggi”, kata Muhamad Aljebra Aliksan Rauf, Kabid Hukum dan HAM HMI Cabang Makassar.

Selain peserta yang menginginkan Badko seluruh Indonesia hadir baik secara fisik maupun virtual, peserta juga enggan menetapkan pembahasan agenda Pleno 1 sebelum adanya koordinasi baik antar pihak terkait.

“Kenapa kita juga menolak ditetapkan (agenda Pleno 1) hari ini? Besok ajalah, kenapa? Karena itu karena jangan sampai barang (persoalan konflik dualisme) ini dianggap remeh. Lihat saja Presidium Sidang tadi yang mengatakan kalau hal itu persoalan teknis. Kalau masalah konflik internal dianggap teknis, maka kami yakin dan percaya HMI ini tidak akan permah dipersatukan kembali. Kita mau mempersatukan HMI dengan cara seperti ini, karena forum ini adalah forum pengambilan keputusan tertinggi, mari berkoordinasi bersama, mari mempersatukan konflik-konflik yang ada, saya pikir seperti itu. Karena kita tidak mau lagi membawa kepentingan-kepentingan senior yang memang hanya sebatas bukan hanya membahas kepentingan semata HMI, ada kepentingan-kepentingan lain diluar itu. Cobalah kita pikirkan tentang HMI bersama”, tegasnya.

Kongres XXXI HMI tetap akan berjalan dengan kehadiran Badko baik secara fisik maupun virtual.

“Inikan masalah pandemi, peserta di dalam juga dibatasi, peserta penuh di dalam, kemudian peserta peninjau melalui virtual. Tidak menjadi persoalan apabila mereka (Badko) datang melalui virtual. Yang kita mau konfrontirkan adalah kehadiran mereka di dalam forum ini adalah karena sudah terkoordinasikan secara bersama karena merujuk pada surat penolakan tadi. Jangan sampai mereka tolak dan ke depan akan ada forum-forum yang seperti ini lagi, kita tidak mau itu. Kita ingin menunjukkan ke Badko bahwa, ini loh Kongres cuma satu, gak ada kongres yang lain, supaya kita satu. Berarti kita sudah diyakinkan Pengurus (PB HMI), Steering (SC Kongres) dan Presidium bahwa HMI hanya satu, itu aja. Satu di Surabaya, bukan ditempat lain, makanya kita butuh untuk berkoordinasi karena nilai etis yang kita kedepankan “, pungkasnya.

Kemudian sidang di skorsing hingga pukul 08.30 WIB pada Senin (22/3/2021). Sampai berita ini dibuat, forum belum juga dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *