Selama PPKM Darurat, KPID Ingatkan Lembaga Penyiaran Suguhkan Siaran Berkualitas

Presiden Joko Widodo resmi memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mulai berlaku 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Pembatasan aktivitas ini mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah guna menekan laju peningkatan Covid-19.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Jakarta, Rizky Wahyuni mengingatkan lembaga penyiaran menyiarkan siaran-siaran berkualitas dan mematuhi kualifikasi jam siaran.

“Pemberlakuan PPKM Darurat ini menjadikan masyarakat akan banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Apalagi saat ini juga sedang masa libur sekolah. Screen time masyarakat pasti akan meningkat. Kami ingatkan Lembaga Penyiaran untuk menyuguhkan program-program yang berkualitas dan memperhatikan kualifikasi usia penonton dan jam siaran,” jelas Rizky melalui rilis yang diterima redaksi, pada Sabtu (3/7).

Rizky yang membidangi pengawasan isi siaran di KPID DKI Jakarta mengungkapkan berdasarkan data rata-rata masyarakat Indonesia usia 16 sampai 64 tahun menghabiskan waktu 2 jam 50 menit sehari menonton televisi, 33 menit mendengarkan radio, 3 jam 14 menit mengakses media sosial dan paling banyak 8 jam 52 menit mengakses internet.

Ditambahkan oleh Rizky, jika melihat pola pada tahun 2020 lalu saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) terjadi kenaikan jumlah penonton televisi rata-rata mencapai 12-18 persen bahkan mencapai hampir 30 persen untuk penonton usia pelajar.

“Bisa saja saat penerapan PPKM ini mengalami peningkatan jumlah penonton seperti tahun lalu karena pelajar-pelajar kita sedang memasuki libur sekolah sampai tanggal 12 Juli mendatang,” imbuhnya.

Untuk itu, Rizky berharap lembaga penyiaran menyiarkan program siaran yang mematuhi kaidah P3SPS (Pedoman Peilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran), selain unsur hiburan juga harus mengandung edukasi serta agar selalu mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap aturan PPKM dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Peningkatan kualitas siaran ini diharapkan oleh Rizky karena saat ini masyarakat banyak memiliki pilihan untuk mengakses media. Jika media konvensional seperti televisi dan radio tidak menyuguhkan siaran yang baik dan berkualitas masyarakat akan memilih tontonan dari OTT atau video on demand yang secara aturan belum ada regulator yang mengawasinya.

“Kami berharap televisi dan radio tetap menjadi pilihan dan rujukan masyarakat dalam mendapatkan informasi, hiburan serta sebagai sumber edukasi masyarakat di tengah pandemi ini,” harap eks Dirut Utama Bakornas Lapmi PB HMI ini.

Rizky juga mengimbau kepada orang tua untuk mendampingi anak-anak terutama anak usia sekolah dalam mengakses media. Mengingat pilihan media saat ini sangat banyak. Menurut Rizky, tanggungjawabnya tidak hanya pada lembaga penyiaran yang berkewajiban menyuguhkan siaran berkualitas saja tapi tanggungjawab semua pihak dapat memilih dan memilah media dan siaran sesuai kebutuhan.

“Untuk itu kami harapkan peran orang tua dalam mendampingi anak mengakses media. Jika program siaran atau tayangan tidak sesuai kualifikasi dan dirasa tidak memberikan unsur edukasi sebaiknya dapat dihindarkan dari anak-anak kita. Jangan lupa juga untuk memberikan batasan, baik waktu maupun program apa saja yang layak diakses anak-anak kita,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *