Sebelum Masa Jabatan Berakhir, Kepala BPH Migas Tinggalkan Dua Karya Buku

Lapmi PB HMI, Jakarta – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2017-2021 M. Fansrullah Asa telah meluncurkan dua buku di akhir masa jabatannya.

Proses launching dua buku berjudul “Energi untuk Kemandirian” dan “Talang Emas Hilir Migas” itu diselenggarakan secara hybrid di Aston Bogor Hotel And Ressort serta disiarkan langsung melalui daring Webinar Zoom, pada Jum’at, (30/07).

Sosok yang sering akrab disapa Ifan ini menuliskan berbagai capaiannya serta catatan yang dapat menjadi masukan untuk Komite BPH Migas periode selanjutnya.

Ifan mengatakan, peluncuran buku ini telah menjadi kewajiban yang digagas oleh Ifan setiap tahunnya. Ia membuat komitmen bahwa setiap tahunnya satu buku harus diluncurkan untuk membangun tradisi agar pertanggungjawaban secara intelektual dalam proses dialektika kritis tetap berlangsung untuk menatap Indonesia di masa depan dalam sektor Migas.

Dijelaskan oleh Ifan, isi buku “Energi dan Kemandirian” adalah penjelasan tentang pencapaian Ifan dan jajarannya dalam perjalanan pembangunan sektor Migas serta kolaborasi tidak hanya BPH Migas namun sektor lain seperti BUMN, Pemerintahan hingga masyarakat.

“Kami tuangkan dalam buku ini dengan 6 bab tentang apa saja yang harus kita bangun berkaitan dengan hilir migas dan sektor energi ini,” jelas Ifan dalam sambutannya.

Jika buku yang berjudul Energi Kemandirian berbicara mengenai refleksi perjalanan Ifan di BPH Migas dan perjalanannya selama 30 tahun berkiprah di dunia Migas, buku yang kedua yang berjudul “Talang Emas Hilir Migas” membahas mengenai pemaparan testimoni dari berbagai tokoh nasional tentang kinerja BHP Migas dan Kondisi Indonesia yang pernah menjadi produsen minyak yang cukup besar hingga menjadi importir Migas dalam pemenuhan kebutuhan domestik.

Sementara itu, Akbar Tandjung mengapresiasi dan memberi harapan terhadap lahirnya dua buku dari Ifan. Akbar Tanjung berharap, dengan diluncurkannya dua buku itu, BPH migas ke depannya mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan negara Indonesia mendatang.

Kepada Ifan, Akbar Tandjung berharap agar terus mendapatkan kepercayaan dalam posisi-posisi yang berguna bagi masyarakat terutama dalam perolehan-perolehan terobosan yang membangun dalam sektor Migas.

Sebagai senior, Akbar Tandjung merasa bangga dengan sosok Ifan. Alasan Akbar Tandjung lantaran Ifan merupakan aktivis organisasi mahasiswa dimana Akbar Tandjung pernah memimpin organisasi tersebut, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam. Alasan lainnya adalah Ifan juga merupakan mahasiswa dari fakultas dan almamater yang sama dengan Akbar Tandjung yaitu Fakultas Teknik UI.

“Maka dari itu saya berharap Ifan ke depannya mampu mendapatkan kepercayaan dalam jabatan maupun terobosan-terobosan dalam pembangunan Indonesia terutama pada sektor migas,” harap AT.

Untuk diketahui, acara Launching buku tersebut turut diisi oleh sambutan-sambutan dari Akbar Tandjung selaku keynote speakers yang juga merupakan salah satu mantan Ketua DPR RI yang berperan dalam lahirnya Undang-undang Migas, Agung Firman yang merupakan Kepala BPK RI, serta Silviana Murni selaku Ketua komite III DPD RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *